Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali meluas seiring puncak musim kemarau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas tersebar di seluruh Kalimantan. Konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, dan Kalimantan Utara 3 titik.

Selain hotspot, kabut asap turut menurunkan kualitas udara di beberapa kota Kalimantan. Kualitas udara di Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat tidak sehat sejak akhir Juli 2026, sementara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sempat menyentuh kategori berbahaya. Kondisi ini beriringan dengan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang dalam sehari bertambah hingga 600 kasus, sembilan di antaranya harus dirawat inap.

@asrulputrananda PRAY FOR KALIMANTAN Doakan kami yang masih terus berjibaku di tengah asap pekat dan kobaran kebakaran hutan dan lahan. Relawan dan tim gabungan terus berjuang memadamkan api, menjaga lingkungan, dan melindungi masyarakat. Mohon doa untuk keselamatan para relawan. Semoga hujan segera turun dan Kalimantan kembali terbebas dari asap. #PrayForKalimantan #Karhutla #Kalimantan #Relawan #RumahZakatKalbar ♬ suara asli - michaeltatontos - Michael Tatontos

Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari pemantauan titik panas, pemetaan wilayah rawan, hingga penyiapan sarana pemadaman. Pemerintah pusat sebelumnya juga menerjunkan operasi modifikasi cuaca serta helikopter dan pesawat pemadam untuk membantu penanganan di lapangan.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran di lahan yang rawan terbakar dan segera melapor ke otoritas setempat bila menemukan titik api, agar penanganan bisa dilakukan cepat sebelum api meluas lebih jauh.