Laras Andriyani, seniman asal Bogor, Jawa Barat, berhasil meraih 2026 Avant-Garde Award dalam ajang Australian Wearable Art Festival 2026 di Australia. Penghargaan tersebut diraih lewat karyanya berjudul "Silent Luminous", yang dibuat menggunakan serat daun nanas dari limbah pertanian.
Kini menetap di Australia, Laras menyebut pencapaian ini sebagai salah satu momen paling berarti dalam perjalanan berkaryanya. Melalui "Silent Luminous", ia ingin menyampaikan pesan tentang keberanian, keyakinan, serta kebebasan perempuan dalam menentukan pilihan dan masa depannya sendiri.
.jpeg)
Karya tersebut terinspirasi dari sosok Saint Joan of Arc, yang menurut Laras merepresentasikan keberanian dan keteguhan dalam memperjuangkan sebuah pilihan. Inspirasi itu kemudian ia terjemahkan ke dalam karya yang tak hanya mengandalkan kekuatan visual, tetapi juga membawa gagasan yang ingin disampaikan kepada siapa pun yang menyaksikannya.
.jpeg)
Salah satu daya tarik utama "Silent Luminous" terletak pada material yang digunakan. Laras memanfaatkan serat daun nanas, limbah hasil pertanian, sebagai bahan utama karyanya. sebuah pilihan yang menegaskan sisi keberlanjutan sekaligus keunikan karyanya di panggung wearable art internasional.