Langkah menuju Intonesia dimulai sejak September 2024 dengan perilisan tiga lagu pembuka: Flamboyanku (bersama Danilla), Hasrat dan Jiwaku (bersama Ayu Gani), dan Sakura Abadi (bersama Laleilmanino dan Neida).

Kini, sebagai fase kedua, Diskoria merilis tiga single baru secara bersamaan pada 14 Februari 2024, yaitu: "Prahara Api Asmara" – Berkolaborasi dengan aktris Chelsea Islan"; Romansa Masa SMA" – Bersama Aya Anjani dan Nino (RAN)"; dan Relung Jiwa" – Lagu pop-ballad bersama Dea Barandana dari Precious Bloom.

Salah satu daya tarik utama dalam proyek ini adalah kehadiran Chelsea Islan, yang untuk pertama kalinya merilis lagu orisinal sebagai pengisi vokal di luar proyek musik untuk film. Lagu "Prahara Api Asmara" diproduseri oleh Ramondo Gascaro dan Daiva Prayudi, membawa warna baru dalam eksplorasi Diskoria.

Sementara itu, "Romansa Masa SMA" hadir dengan nuansa ringan dan ceria, diproduseri oleh Yuyi Trirachma, Fadli, dan Rizky Indrayadi, dengan keterlibatan Anindyo Baskoro (Nino RAN) dalam penulisan liriknya.

Di sisi lain, "Relung Jiwa" menjadi representasi keberagaman musik dalam album Intonesia. Lagu pop-ballad ini dibawakan secara khidmat oleh Dea Barandana, yang juga bertindak sebagai produser bersama Merdi.

Pemilihan tiga single ini bukan tanpa alasan. Diskoria ingin menampilkan keragaman warna musik yang akan mewarnai Intonesia, sekaligus membangun rasa penasaran akan album penuh yang akan dirilis pada April 2025.

"Layaknya etalase, kami ingin pendengar bisa melihat sajian variatif yang akan mereka nikmati di album nanti," ungkap Diskoria.

Selain eksplorasi musik, perjalanan menuju album ini juga mencerminkan perkembangan live performance Diskoria. Belakangan ini, mereka menghadirkan format panggung yang lebih kompleks, baik dalam penggunaan instrumen maupun jumlah penampil di atas panggung.

Diskoria—yang beranggotakan Merdi Simanjuntak, Fadli, dan Daiva Prayudi—siap mengajak para pendengar untuk menantikan rilisnya Intonesia pada 11 April 2025.